Intermittent Fasting kian populer, apakah efektif?

Penyakit Kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Faktor risikonya meliputi obesitas, tekanan darah tinggi, kadar glukosa darah tinggi, dan kolesterol. Intermittent fasting (IF) semakin populer sebagai alternatif pembatasan kalori harian karena dinilai lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang, namun bukti efektivitas antar-metodenya masih belum konsisten. Dalam artikel ilmiah “Intermittent Fasting for the Prevention of Cardiovascular Disease Risks: Systematic Review and Network Meta-Analysis” yang dipublikasikan tahun 2025 menganalisis perbandingan antara Alternate Day Fasting (ADF), Modified Alternate Day Fasting (mADF), Periodic Fasting (PF, termasuk diet 5:2), Time-Restricted Eating (TRE), untuk mengetahui pengaruhnya terhadap berat badan, lingkar pinggang, fat-free mass, tekanan darah, gula darah puasa, dan LDL kolesterol.

Diperoleh hasil :

  • TRE paling efektif dalam menurunkan:
    • Lingkar pinggang
    • Tekanan darah diastolic
    • Glukosa darah puasa
    • Serta menunjukkan penurunan ringan pada fat-free mass
  • mADF merupakan metode paling efektif dibandingkan diet biasa dalam menurunkan:
    • Berat badan (≈ −5,18 kg)
    • Lingkar pinggang
    • Tekanan darah sistolik dan diastolic
  • Metode IF lainnya (ADF dan PF) juga menunjukkan manfaat, namun umumnya kurang konsisten dibandingkan mADF dan TRE.

Modified alternate-day fasting (mADF) dan time-restricted eating (TRE) adalah metode intermittent fasting yang paling menjanjikan untuk menurunkan sebagian besar faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Tanpa kita sadari, Allah telah memberikan kita semua kesempatan setiap tahunnya melalui bulan Ramadhan. Setiap umat muslim di wajibkan untuk berpuasa 29-30 hari dalam 1 tahun. TRE mirip dengan Puasa Wajib Ramadhan, mADF mirip dengan Puasa Sunnah Daud, dan PF mirip dengan Puasa Sunah Senin-Kamis. MasyaAllah, sungguh besar cinta Allah kepada kita hambaNya. Ketika kita meniatkan puasa sebagai ibadah, tidak hanya pahala besar yang bisa kita peroleh, kesehatan pun juga bisa kita dapatkan.

Semoga kita semua Allah pertemukan dengan Bulan Ramadhan tahun ini dalam keadaan sehat wal ‘afiat, dan diberikan kesempatan beribadah maksimal dalam Bulan Ramadhan ini. Aamiin.

 

Sumber :

Intermittent Fasting for the Prevention of Cardiovascular Disease Risks: Systematic Review and Network Meta-Analysis : Current Nutrition Reports 2025