Buka Ruang Belajar Tanpa Batas: Insan Cendekia Sukoharjo Bentuk Karakter Tangguh Melalui Keselamatan Kebencanaan

SUKOHARJO – Keunggulan sebuah lembaga pendidikan modern kini tidak lagi hanya diukur dari pencapaian nilai akademik dan kelancaran hafalan Al-Qur’an. Lebih jauh dari itu, kesiapan mental dan ketangkasan murid dalam menghadapi dinamika kehidupan nyata menjadi tolok ukur utama. Menjawab tantangan tersebut, SMP-SMA Insan Cendekia Boarding School Sukoharjo mengukuhkan komitmennya sebagai pelopor Sekolah Aman Bencana melalui Pelatihan dan Simulasi Mitigasi Bencana berstandar profesional bersama BPBD Kabupaten Sukoharjo, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan interaktif yang melibatkan seluruh civitas akademika—mulai dari murid, jajaran guru, pembina asrama, hingga staf pendukung—ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata integrasi pendidikan berbasis kesiapsiagaan (life skill) ke dalam budaya harian sekolah.

Menghadirkan Ekosistem “Boarding School” yang Aman dan Terproteksi 24 Jam

Sebagai sekolah berasrama (boarding school), Insan Cendekia Sukoharjo memikul tanggung jawab penuh atas keamanan seluruh murid selama 24 jam penuh. Kepercayaan orang tua yang telah mengamanahkan putra-putrinya dijawab dengan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, teruji, dan tanggap darurat.

Melalui pendampingan langsung dari Tim Ahli BPBD Kabupaten Sukoharjo, seluruh peserta diajarkan langkah strategis penanganan dua potensi risiko utama: gempa bumi dan kebakaran. Murid tidak hanya dibekali teori di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan:

  • Prosedur Drop, Cover, Hold On sebagai standar penyelamatan diri saat gempa bumi.
  • Pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara mandiri dan aman.
  • Simulasi Evakuasi Terpadu menuju titik kumpul (assembly point) dengan memanfaatkan peta jalur evakuasi sekolah yang terstruktur.

“Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mempersiapkan murid menghadapi kehidupan secara utuh. Murid yang cerdas harus dibarengi dengan karakter yang tangguh, tanggap, dan empati pada keselamatan sekitar,” tegas perwakilan manajemen sekolah.

Kesiapsiagaan Sebagai Bagian dari Pembentukan Karakter (Character Building)

Pelatihan ini turut membuktikan ketangkasan Tim PMR Sekolah serta kesiapan para pembina asrama dalam mengendalikan situasi krisis secara tenang dan terukur. Budaya disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama tim secara alami terbangun saat murid bergotong royong memastikan setiap anggota kelompoknya selamat menuju assembly point.

Dengan adanya kegiatan terpadu ini, SMP-SMA Insan Cendekia Boarding School Sukoharjo tidak hanya mengukuhkan diri sebagai sekolah unggulan berbasis keagamaan dan akademik, tetapi juga sebagai institusi tangguh yang responsif terhadap keselamatan jiwa—sebuah nilai tambah (competitive advantage) yang memberikan rasa tenang (peace of mind) bagi para orang tua murid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *